In this news:
Ringkasan Berita:
KBRI Bern memperkuat gastrodiplomasi melalui promosi kuliner Indonesia sebagai strategi diplomasi budaya di Swiss.
Dashboard digital memetakan restoran Indonesia untuk mendukung promosi kuliner dan perdagangan bahan baku.
Pengusaha kuliner menghadapi tantangan standar Swiss, logistik, serta belum adanya penerbangan langsung Indonesia-Swiss.
, BERN – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern terus memperkuat strategi gastrodiplomasi sebagai ujung tombak promosi citra Indonesia di Swiss.
Melalui pemetaan digital dan dukungan terhadap pengusaha lokal, KBRI berupaya menjadikan kuliner Nusantara sebagai salah satu pintu masuk diplomasi Indonesia.
Gastrodiplomasi adalah bagian dari langkah diplomasi dengan cara mengenalkan budaya kuliner suatu negara.
Dahlia Kusuma Dewi, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Bern, menjelaskan bahwa gastrodiplomasi merupakan bagian dari program strategis nasional.
Menurutnya, masyarakat Swiss sangat menyukai keunikan yang tidak bisa ditemui di negara mereka sendiri.
"Gastrodiplomasi ini sangat penting dan khususnya di Swiss ini sebenarnya kita sudah punya banyak potensi," ujar Dahlia saat ditemui jurnalis di Gedung KBRI Bern.
Saat ini, teridentifikasi sekitar 10 restoran dan kafe Indonesia yang tersebar di Swiss, termasuk nama-nama seperti Ombak Coffee dan Dapuramia.
bersama tim jurnalis KG Media mengunjungi sejumlah lokasi kuliner diaspora Indonesia di Swiss dalam rangkaian peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss.
Beberapa lokasi yang dikunjungi yakni:
Ombak Coffee, di Stauffacherstrasse 105, Zurich
Dapuramia, di Albistrasse 108, Zurich
Rumarasa, di Bahnhofstrasse 115, Wetzikon
Rumah Indonesia di Im Westfeld 5, Basel
Bali Umami Soulfood di Hegenheimerstrasse 216, Basel
Para pengusaha kuliner tersebut menyajikan berbagai kuliner Nusantara di antaranya rendang, soto Betawi, nasi goreng, gado-gado, hingga kopi.
Baca juga: Peluang Ekonomi Digital RI di Kanton Zug, Crypto Valley dari Swiss
Inovasi Digital
Untuk mendukung ekosistem ini, KBRI Bern memanfaatkan teknologi digital untuk memantau perkembangan bisnis kuliner secara global.
Purno Widodo, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, mengungkapkan telah dilakukan pemetaan Gastrodiplomasi Indonesia di Swiss. Kementerian Luar Negeri RI sejak 2024 telah meluncurkan situs dashboard gastrodiplomasi yang menyediakan data dan pemetaan kuliner Indonesia di berbagai negara.
"Jadi itu (dashboard gastrodiplomasi) untuk memetakan semua restoran Indonesia di seluruh dunia dan juga menu apa saja yang tersedia, serta bahan baku apa saja yang dibutuhkan," jelas Purno Widodo.
Data ini nantinya digunakan untuk memacu perdagangan lintas negara dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik restoran agar bisa dipasok langsung dari Indonesia.